Kamis, 28 Maret 2013
Keajaiban Sholat Tahajud
Minggu, 18 Maret 2012
Dengar dan Download Murotal Al Quran
Sebuah kekayaan di jagad online yang tak terkira harganya. Kita bisa mendengarkan dan mendownload hampir semua murotal terkemuka di dunia. Silahkan klik di Quranic Audio.
Ini adalah kekayaan paling besar dalam rimba internet. Tidak ada salahnya kita memutar satu atau dua surat untuk kita renungkan artinya.
Lantunan Al Quran bagaikan siraman air yang menyejukkan. Wahyu yang akan memberikan panduan kepada kehidupan kita, sekarang atau masa datang. Sebelum terlambat dengarkan dan simpan audio di komputer atau telepon seluler untuk diputar kapan saja.
Selain mendengarkan lantunan Al Quran, jika kita download ke komputer atau telepon seluler format Mp3 bisa didengarkan nyaman di tengah perjalanan Anda baik di transportasi umum atau di mobil pribadi.
Kita juga bisa mendowload dengan format Mp3 di Free Quran sedikitnya empat versi qori Al Quran. Semoga bermanfaat.
Sumber : http://www.oasetarbiyah.com/?p=132
Rabu, 11 Januari 2012
TV Qur’an Tazkiah; Channel TV Spesial Siaran Al-Qur’an
tv tazkiah
Di tengah derasnya arus informasi yang semakin tak terbendung, banyaknya siaran-siaran yang tak lagi terkontrol, chanel ini hadir dan ikut memberikan solusi. Chanel TV ini menampilkan bacaan Al-Qur’an dari berbagai Qari internasional. Ia juga menuntun dan membantu pemirsa yang ingin mengkhatamkan bacaan Al-Qur’annya.
Setiap bacaan Al-Qur’an yang ditampilkan, selalu diiringi dengan terjemahan ayat-ayatnya. Ini tentu sangat membantu pemirsa untuk dapat mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus memahami makna-maknanya.
TV Qur’an Tazkiah menyiarkan acaranya melalui Satelit Palapa-D Indonesia, sehingga setiap orang yang berdomisili di Repulik Indonesia dapat menyaksikan TV Qur’an Tazkiah secara gratis. Untuk mengakses TV Qur’an Tazkiah, pemirsa dapat menyaksikannya dengan melalui receiver dan antena parabola di frekuensi berikut ini:
PALAPA-D satellite
C- Band
Orbital slot 113 E
Frequency 4047
Symbol rate 1410
Polarization horizontal
F.E.C 3/4
Chaneel TV milik TV Tazkiah-Riyadh ini khusus ini menampilkan siaran Al-Qur’an dan tidak menampilkan iklan apa pun. Program TV ini adalah
* Tayangan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran secara terus menerus selama duapuluh empat jam.
* Permulaan Tilawatil Quran dimulai dari permulaan jam, baik lantunan per juz yang baru atau lantunan per hizb yang baru.
* Jadwal acara Tilawatil Quran dan khataman Al-Quran senantiasa ditentukan pada setiap permulaan bulan hijriah.
Acara TV Qur’an setiap bulan memuat berbagai macam variasi dan cara khataman dan bacaan, agar pemirsa dapat mengkhatamkan Al-Quran lebih dari satu kali setiap bulan, atau dapat menikmati lantunan Al-Quran Al-Karim dari kumpulan suara-suara yang indah dan istimewa.
Bagi yang ingin menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan, bisa langsung menghubungi adminnya di kontak personnya
Atau langsung berkunjung ke situsnya http://qurantazkiah.tv/main yang ditampilkan dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Indonesia
Penayangan berbagai variasi lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara yang merdu diharapkan dapat memberi pengaruh ke dalam hati, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Siara TV ini juga berusaha mewujudkan ketenangan jiwa dan ketentraman hati para pemirsa dari tekanan dan kesemerautan hidup sehari-hari.
Untuk Siaran Live Streaming bisa diklik di http://www.youtube.com/user/qurantazkiah
Rabu, 04 Januari 2012
Syamil Al-Quran Terjemahan Per Kata
Syamil Al Quran adalan Al Quran yang disertakan terjemahan (lengkap lagi sahih) pada setiap perkataan (per kata) dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia/ Malaysia. Disertakan dengan terjemahan lengkap seluruh ayat di tepi halaman muka surat. Ia menolong kita mengenal makna setiap perkataan Al Quran dan membantu dalam pemahaman dan hafalan kita. Selain membantu kita mempelajari bahasa Arab. InsyaAllah.
Semoga kita sam-sama memanfaatkan dan menyebarkan kepada saudara dan sahabat.
Cara 1:
- Download Link (Syamil Al Quran @4Shared) :http://www.4shared.com/file/0bAWKNSR/syamil_quran.html (Updated)
- Download (Free Dejavu Reader):http://downloads.sourceforge.net/windjview/WinDjView-1.0.3-Setup.exe
Cara 2:
1. Download file-file dibawah ini dengan click “Save Link As..”
2. Kemudian Rename file-file tersebut (syamil_quran.doc -> syamil_quran.djvu) dan (windjviewsetup.doc -> windjviewsetup.exe)
Nota: E-Kitab ini dalam format .djvu (deja vu). Ia adalah antara format resmi untuk E-Book yang memelihara dengan baik quality kandungan (text & images) dan dipadatkan gambar belakang (background image) untuk menghasilkan file yang kecil. Lihat http://djvu.org/resources/whatisdjvu.php .Untuk membuka E-Kitab ini di PC anda, harus mendownload link Free Dejavu Reader di atas.Jumat, 16 Desember 2011
Syarat-syarat Dikabulkannya Doa
Kini, Anda telah siap untuk mengenal syarat-syarat dikabulkannya doa. Persiapan yang baik adalah bukti pemahaman yang baik.
Doa akan dikabulkan apabila keempat syaratnya telah terpenuhi.
Mari, fokuskan niat Anda. Namun perhatikan, niat saja tentu tidaklah cukup.
PERTAMA : Keyakinan akan terkabulnya doa.
Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan terkabulnya doa itu.” (HR. Ath-Thirmidzi)
Beliau juga bersabda, “Jika salah satu diantara kalian berdoa, janganlah ia mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menginginkannya’. Namun hendaklah ia bertekad kuat untuk meminta.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad).
Saudaraku, keyakinan akan terkabulnya doa adalah syarat pengkabulan itu sendiri. Jadi jangan sampai Anda berdoa kepada Allah SWT sementara Anda tidak yakin Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut.
Sungguh, Anda benar, wahai Amirul Mukminin Umar ibnul Khaththab ra., ketika Anda mengatakan, “Aku tidak membebani diriku dengan keinginan untuk terkabulnya doa. Aku hanya berharap agar tetap bisa berdoa.”
Mari, Saudaraku, manfaatkanlah kesempatan dan selamilah nilai-nilai yang akan menyelimuti Anda. Berdoalah kepada Allah SWT dalam kondisi yakin.
KEDUA : Kekhusyukan dihadapan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari seorang yang lalai dan tidak serius” (HR. Ath-Thurmudzi)
Ingatlah saudaraku, Anda sering berdoa selepas shalat namun Anda tidak merasakan apa yang Anda ucapkan, kecuali kata-kata “Allahumma”, atau kata-kata “amiin” Ya tampaknya Anda tertawa. Apakah hal ini benar.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya sedekat-dekat pintu msuk yang digunakan hamba untuk mendatangi Allah adalah kebangkrutan.”
Ya, itulah pintu masuk yang paling mudah. Kebangkrutan di sini adalah kebangkrutan dalam arti luas dan dalam dimensi beragam. Alangkah bahagianya orang yang terpaku di hadapan Rabbnya dan menyatakan kebangkrutan, sehingga ia pun khusyuk dan menghiba kemudian menangis. Saat itu, ia betul-betul yakin akan terkabulnya doa. Selamat, wahai yang merasa bangkrut, sebab Anda tengah menginginkan kekayaan.
Apakah setelah ini, Anda masih meragukan terkabulnya doa?
Seorang Tabi’in mengatakan, “Sungguh, saya tahu kapan doa saya akan dikabulkan.” Mereka bertanya, “Bagaimana itu bisa?” Ia menjawab, “Jika hatiku telah khusyuk, kemudian badanku juga ikut khusuk’, dan aku pun mengalirkan air mata. Ketika itulah aku mengatakan doaku ini akan dikabulkan.”
Tidakkah Anda pernah merasakan perasaan ini sebelumnya?
Perasaan yakin muncul setelah usaha gigih dan tawakal kepada Allah SWT. Mari, Anda tidaklah kurang istimewa dari Tabi’in tersebut.
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata, “Tahukah kalian, bagaimana seharusnya seorang muslim berdoa?” Mereka bertanya, “Bagaimana itu, wahai imam?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian bagaimana seseorang yang berada di tengah gelombang lautan, sementara ia hanya memiliki sebatang kayu, dan ia pun akan tenggelam? Kemudian orang ini berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Rabbi, selamatkanlah aku! Ya Rabbi selamatkanlah aku!’ Maka demikianlah seharusnya seorang muslim berdoa (kepada Allah).”
Saudaraku, rasakan keadaan dahsyat ini. Anda seorang diri hampir tenggelam sementara Anda tidak memiliki apa-apa selain sebatang kayu. Ya, nyatakanlah itu, dan tidak akan ada lagi yang mampu menyelamatkan Anda selain Allah SWT. Sehingga, Anda pun akan kembali kepada Allah SWT dan berdoa kepada-Nya dengan setiap sel Anda! Sungguh sebuah perasaan dahsyat yang akan menyelimuti Anda saat ini... Selamat bagi Anda yang merasakan hal ini setiap kali berdoa. Simaklah ayat berikut yang akan melahirkan keadaan di atas dengan sebuah ungkapan yang cukup simpel,
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya....” (QS. An-Naml: 62)
Saudaraku, hiduplah didunia dalam kondisi serba “Kesulitan”, sebab tidak ada yang lebih mirip dengan dunia selain “lautan yang bergelombang”. Apa lagi yang Anda tunggu? Segera rasakan itu. Allah SWT pun akan memberikan kejayaan kepada Anda. Rasakan perasaan butuh Anda, maka Dia pun akan menganugerahkan kekayaan kepada Anda. Rasakanlah kelemahan Anda... maka, Dia pun akan mengulurkan kekuatannya kepada Anda.
Anda tidak akan pernah memunculkan perasaan-perasaan ini selain dengan kekhusyukan di hadapan-Nya.
KETIGA : Jangan tergesa-gesa
Syarat ketiga dikabulkannya doa adalah tidak tergesa-gesa, Rasulullah SAW bersabda, “Akan kukabulkan doa seseorang kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa. Ia berkata, ‘Aku telah berdoa dan berdoa, namun aku tidak melihat terkabulnya doaku’, sehingga ia pun tidak lagi berdoa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ath-Thirmidzi dan Ibnu Majah)
Orang yang melakukan ini ibarat orang yang menemani ladangnya dengan menabur benih. Namun ketika benih-benih itu mulai tumbuh, ia mengatakan, “Agaknya benih-benih ini tidak akan tumbuh”, sehingga kemudian ia meninggalkannya begitu saja.
Orang yang melakukan ini ibarat orang yang menemani ladangnya dengan menabur benih. Namun ketika benih-benih itu mulai tumbuh, ia mengatakan, “Agaknya benih-benih ini tidak akan tumbuh”, sehingga ia meninggalkannya begitu saja.
Subhanallah! Mengapa Anda tinggalkan doa? Doa itu pasti akan dikabulkan! Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah SWTbertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, Apakah hambaklu berdoa kepadaku?” Jibril pun menjawab, “Ya.” Allah SWT bertanya lagi, “Apakah ia menghiba kepadaku dalam memintanya?” Jibril menjawab, “Ya.” Maka Allah SWT berfirman, “Wahai Jibril, tangguhkanlah (pengabulan) permintaan hamba-Ku, sebab Aku suka mendengar suaranya.”
Tidakkah ungkapan, “Sebab Aku suka mendengar suaranya” ini berpengaruh di hati Anda? Ketergesa-gesaan adalah penyakit akut. Penyakit akan bertambah manakala sang pasien menyerah begitu saja pada penderitaannya!
Saudaraku, jangan menyerah pada penyakit ini, dan pergunakanlah obat kesabaran! Obat ini sekarang begitu banyak tersedia, bukan?
KEEMPAT : Hanya makan yang halal
Syarat terakhir terkabulnya doa adalah makan makanan halal. Jangan sekali-kali menghasilkan harta dari sesuatu yang haram.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak akan menerima selain yang baik. Allah memerintah orang-orang mukmin seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul.” (HR. Muslim dan Ath-Thirmidzi)
Firman Allah SWT., “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh...” (Al-Mu’minun: 51)
Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan, “Seseorang yang berpakaian compang-camping, penuh debu dan sedang dalam perjalanan jauh, mengangkat kedua tangannya ke atas seraya berkata, “Ya Rabbi, Ya Rabbi”, tapi makanannnya adalah makanan haram, minumnya juga minuman haram, dan ia pun dulu diberi makan dengan makanan hasil sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”
Saudaraku, perhatikanlah keadaan orang yang digambarkan Rasulullah SAW diatas. Ia adalah seseorang yang berpakaian compang-camping dan berdebu. Artinya, ia seorang miskin yang amat membutuhkan Tuhannya, sehingga ia berdoa. Namun, ia memakan makanan yang haram.
Ada sebuah kenyataan pahit yang terasa bagai sambaran petir bagi setiap orang, atau bahkan lebih berat bagi setiap orang, atau bahkan lebih berat dari itu, yaitu “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?“ Ya Allah! Ulangilah kata-kata ini, “Bagaimana mungkin”, dan selami serta renungkan baik-baik! Anda akan merasakan sesuatu yang aneh di hati dan begitu menyesakkan dada.
Saudaraku tercinta, saya berpesan kepada Anda, untuk menjauhi segala yang haram. Rasulullan SAW bersabda, “Perbaikilah makananmu, maka akan dikabulkan doamu.”
die. *Ibadah Sepenuh Hati*
Amru Khalid
http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=2&id=7870
Selasa, 22 November 2011
MAKNA KATA INSYA ALLAH dulu dan sekarang.
Mengapa saya katakan ada pergeseran makna? nah ikuti ulasannya, dan coba...
Kalau dahulu dan lebih-lebih di zaman Rasulullah kemudian dilanjut dengan para sahabat, kerabat, para jumhur ulama masih memiliki pengaruh kuat dizaman itu, maka kata Insya Allah sesungguhnya nyaris bermakna atau berarti sebuah 'kepastian' kecuali Allah berkehendak lain. Artinya bahwa begitu beliau-beliau mengucapkan kata 'Insya Allah' dalam sebuah janji, atau disaat beliau-beliau diminta untuk hadir pada suatu acara tertentu, maka itu adalah suatu jaminan akan sebuah kepastian bahwa mereka akan datang, mereka akan menghadiri, mereka akan menepati janji apabila di tinjau dari sisi kapasitas mereka selaku 'manusia', terkecuali Allah berkehendak lain barulah hal itu tidak bisa terealisasi.
Namun dimasa sekarang, orang begitu gampang mengucapkan kata 'Insya Allah' sekalipun untuk sesuatu yang sebenarnya sulit untuk ia lakukan baik dipandang secara teknis, waktu, tempat, dan lainnya. Artinya sangat kecil kemungkinannya dapat ia penuhi. Bahkan tidak sedikit pula orang yang mengucapkan kata itu sesungguhnya sudah terbesit di dalam hatinya untuk tidak merealisasikan ucapannya itu. Ucapan itu sengaja disampaikan hanya dimaksudkan sekedar untuk pemanis.
Hanya saja, pemanis atau tidak pemanis, dengan ucapan itu tentu orang akan berharap kehadirannya, kedatangannya, ketepatan janjinya, dan lain-lain.
Semestinya agar tidak memberi harapan alangkah baiknya nyatakan saja dengan sejujurnya misalkan: Mohon maaf, saya tidak bisa memenuhi janji karena bla...bla...., sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. dst. dst.
Namun nyatanya orang tetap mengatakan 'Insya Allah', sekali lagi..., walau untuk sesuatu yang tidak mungkin dapat ia lakukan. Karena dianggapnya bahwa pengertian atau makna kata 'Insya Allah' adalah hanya tergantung sikon dan tergantung perasaan hati belaka, bukan tergantung pada ketentuan Allah.
Inilah yang saya maksud pergeseran makna tadi.
Mohon maaf kalau aspek pandang saya berbeda dengan kawan-kawan. Tapi percaya saja, bahwa perbedaan itu rahmat bukan???
Sumber : http://bamaraon.blogspot.com/2009/03/makna-kata-insya-allah-dulu-dan.html
Selasa, 01 November 2011
QURBAN, syarat, hukum dan sahnya ...
Ibadah Qurban
Berqurban di hari Idul Adha merupakan ibadah sunnah muakkadah, termasuk perbuatan yang paling dicintai Allah Ta’ala. Sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Maksud Hadits: “Tidak ada perbuatan manusia yang paling dicintai Allah Ta’ala pada hari qurban kecuali mengucurkan darah (hewan qurban) karena sesungguhnya hewan tersebut akan datang pada hari kiamat dengan bentuk seutuhnya (tanduknya, kukunya dan kulitnya) dan sesungguhnya darahnya akan sampai disisi Allah sebelum sampai ke bumi”.
Binatang qurban itu hendaklah binatang ternakan (An‘am) seperti:
1.Unta
2.Lembu/ sapi
3.kambing/ biri-biri kibasy/ domba.
Maksud Firman Allah Ta’ala: “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari‘atkan ibadat menyembelih qurban supaya mereka menyebut nama Allah sebagai bersyukur akan pengurniaanNya kepada mereka daripada binatang-binatang ternak yang disembelih itu” (Al-Hajj : 34).
Didalam Firman Allah yang lain merupakan anjuran berqurban seperti yang dijelaskan dalam surat Al-kaustar, Maksud Ayat:
1.Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2.Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu, dan berkorbanlah.
3.Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
(yang dimaksud “berkorbanlah” di dalam ayat tersebut ialah menyembelih hewan qurban di hari Idul Adha dan mensyukuri nikmat Allah).
Hukum-hukum berqurban
Seekor unta, lembu/ sapi itu diniatkan (kongsi) untuk tujuh jiwa dan masing-masing yang ikut andil dalam pembelian harus berniat satu tujuan, yaitu niat berqurban. Adapun Seekor kambing hanya untuk seorang saja tidak boleh diniatkan untuk dua jiwa. Bila diniatkan untuk dua jiwa/ orang, Udhiyanya (qurban) tidak sah, tapi tetap saja mendapat pahala sedekah bagi dirinya.
Paling utama/ Afdhal binatang yang dibuat qurban adalah yang berwarna putih, kemudian yang berwarna kekuning-kuningan, kemudian yang putih tetapi tidak sempurna putihnya, kemudian yang sebagian besar badannya berwarna putih, kemudian yang sebagian besar berwarna hitam, kemudian berwarna hitam semuanya, kemudian yang berwarna kemerah-merahan semuanya/ coklat condong pada warna merah.
Binatang itu hendaklah cukup umur
Untuk unta berumur lima tahun dan masuk tahun keenam serta sudah kupak (terlepas gigi depannya). Adapun sapi/ lembu atau kambing (selain kambing kibasy/ biri-biri/ domba) berumur dua tahun dan masuk tahun yang ketiga . Boleh juga kambing yang belum genap berumur dua tahun, dengan syarat sudah kupak (terlepas gigi depannya) dengan sendirinya dan berumur lebih dari satu tahun.
Kambing kibasy/ biri-biri/ domba.
Bagi yang berqurban kambing jenis kibasy/ biri-biri/ domba, maka cukup yang berumur satu tahun atau belum mencapai umur satu tahun dengan syarat sudah kupak (terlepas gigi depannya) dan sudah lebih enam bulan dari umurnya.
Urutan keutamaan binatang untuk dijadikan qurban.
1.Unta 2.Lembu/ sapi 3.Kambing kibasy/ biri-biri/ domba 4.Kambing biasa pada umumnya.
Satu ekor Unta atau lembu/ sapi diniatkan (kongsi) untuk tujuh jiwa. Namun, tujuh ekor kambing untuk masing-masing orang, maka hal tersebut lebih afdhal/ utama. Lebih jelasnya, berqurban tujuh ekor kambing lebih afdhal dari pada satu ekor unta, disebabkan daging akan menjadi lebih banyak.
Binatang Qurban Hendaklah Sehat & Bebas dari Cacat.
Binatang yang tidak sah dijadikan qurban itu ialah:
- 1.Binatang yang buta atau rusak matanya atau yang tidak dapat melihat sekalipun biji matanya masih ada. Jika matanya itu ada sedikit kecacatan seperti sedikit rabun tetapi masih bisa melihat, maka ia sah dibuat qurban.
- 2.Binatang yang jelas pincang kakinya dengan perkiraan, bila ia berjalan bersama-sama sekumpulan kawan-kawan binatang yang lain untuk mencari makan, ia tidak dapat ikut berjalan bersama dengan binatang-binatang tersebut, bahkan ia tertinggal jauh dibelakang. bila pincangnya itu sedikit yaitu pincang yang tidak menghalangi mengikuti kawan-kawannya, maka ia sah dibuat qurban.
- 3.Binatang yang nyata sakitnya sehingga berakibat binatang tersebut kurus dan kurang dagingnya. Tetapi jika sakitnya itu sedikit dan tidak mengurangi dagingnya maka ia sah dibuat qurban.
- 4.Binatang yang kurus sekali akibat sakit, gila atau kurang makan dan sebagainya.
- 5.Binatang yang telinganya terpotong walaupun sedikit atau yang tidak bertelinga sejak dilahirkan kerana telah hilang sebagian anggota yang bisa dimakan dan mengurangi dagingnya. Tetapi tidak mengapa jika telinganya koyak atau berlubang dengan syarat tidak ada yang berkurang dari dagingnya walaupun sedikit.
- 6.Binatang yang terpotong ekornya walaupun sedikit atau terpotong sebagian lidahnya atau yang terpotong dari bagian pahanya. Adapun yang dilahirkan tanpa ekor sejak dilahirkannya, maka sah dibuat qurban.
- 7.Binatang yang gugur semua giginya sehingga mengakibatkan tidak dapat makan rumput. Adapun yang ada sebagian giginya dan tidak menghalangi makan rumput dan tidak mengurangi dagingnya (tidak kurus) ia boleh dibuat qurban.
- 8.Binatang yang berpenyakit gila atau yang kena penyakit kurap sekalipun sedikit.
- 9.Binatang betina yang hamil. adapun binatang yang baru melahirkan boleh dibuat qurban berdasarkan pendapat Ibnu Hajar dalam kitabnya Tuhfah dan Arramli dalam kitabnya Nihayah.
Waktu Pelaksanaan Berqurban
Rasulullah SAW telah bersabdah, maksud Hadits: “Barang siapa yang menyembelih sebelum Sholat Ied sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya dan barang siapa yang menyembelih setelah sholat dan dua khutbahnya maka ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah melaksanakan sunnah orang orang beriman” (Bukhari & Muslim).
Lebih jelasnya, waktunya empat hari, yaitu diawali setelah Sholat Idul Adha dan dua khutbahnya (tanggal 10 dzul hijjah) sampai tenggelamnya matahari pada tanggal 13 Dzul Hijjah/ akhir hari tasyriq. Dan afdholnya, dilakukan di hari Idul Adha hingga matahari terbenam.
Catatan:
Seorang yang berqurban karena nazar tidak boleh memakan daging qurban tersebut, sedangkan yang berqurban dengan qurban sunnah diperbolehkan untuk memakan daging qurbannya, akan tetapi, afdholnya/ lebih utama ia sedekahkan semuanya kepada yang berhak.
Demikian penjelasan yang dapat al-faqir uraikan, semoga bermanfaat.
Wallohu A’lam Bi Showab.
(Sumber : Salim Syarief MD, KabarNet : 07/11/10